Kamis, 31 Januari 2008

apa adanya

untuk seorang yang besar
siapa dia, yang tegar dan kuat
mengakui kelemahannya padaku
pasti tidak mudah
dikatakannya ia lemah, ia bodoh
saat kukatakan sayang, ia terpojok dan bingung
kecerdasannya membuat ia mampu
berpikir panjang 5-10 tahun kedepan
saat itu juga ia putuskan untuk tidak menerimaku
namun saat kukatakan aku patah hati
hatinya luluh
benteng tinggi itupun runtuh
pagar besi berduri menguak sendiri
hatinya terbuka dan ternyata juga rapuh
perlahan tapi pasti ia mulai menyayangiku
tanpa bisa dicegah perasaannya menguat seiring
semakin dalamnya perasaanku
walau tidak pernah dikatakan
walau tak pernah kutuntut darinya
untuk mengatakan, walau ku ingin
secara naluri aku bisa menduga
lewat tatapan matanya
perubahan suaranya saat memanggilku
lewat kesabarannya
sentuhannya yang teramat lembut
lewat pelukan hangatnya
rasa yang tercipta saat dua tangan saling menjalin
ia pikir ia bisa membuatku bosan dengan kedekatan itu
ia salah
salah menilaiku dan salah menilai dirinya
aku semakin bingung, namun semakin mencintainya
sama tidak terduganya bahwa ia
akan jatuh sayang padaku
disinilah semuanya melebur, mengabur
penilaian tidak objektif lagi
peraturan kulanggar atas nama hati
dan dimulai drama kehancuran yang menyakitkan
aku hancur, aku lumpuh
karena, ia hancur karenaku
karena, ia kecewa karenaku
aku tak bertulang, habis daya dan harapan
karena aku mengecewakannya
namun disinilah pertahanan terakhir rubuh
dengan teramat lembut ia tidak tega
ia pun merasa lebih teriris-iris melihatku menderita
dikatakannya,
bagai sepercik salju nan lembut namun dingin
ditengah teriknya siang membakar kulit
ia menyayangiku dan
akan tetap sayang padaku
..........................................
..............................................................................................
.............................
..........................................................
yang kulakukan?
tenggelam dalam tangis syukur
dan bahagia, lalu
jerit pilu atas kesadaran
bahwa semua sudah terlambat
memang beginilah, apa adanya
******* Batu sari, 17.41: sisa jus alpukat+ obat maag+ sisa tisu gulung

tangis

diantara rasa kantuk yang menyerang
diantara nyalangnya mata bertekad membuatku terjaga
diantara isakan tangis pedih
dia katakan padaku
tidak lembut, namun tegas
kami sungguh berbeda
bukan hanya guratan waktu yang terpahat pasti di kening
bukan hanya cara kami menyembah Illahi
dirinya milik dunia
sejak awal masa dewasanya ia sudah menyadari
ia berbeda, ia tidak biasa
dirinya milik semua
semua yang membutuhkan
semua yang bisa diperbaiki, ditingkatkan
fokus utama kehidupannya justru kehidupan orang lain
orang banyak
sementara aku, katanya
milikku sendiri
aku dengan keistimewaanku memiliki diriku sendiri
prioritas utamaku adalah kehidupanku
dua prinsip, dua tujuan yang saling membelakangi
ia katakan lagi
inilah mengapa kita tidak bisa bersama
betapapun besar cintaku padanya
betapapun kuat sayangnya padaku
aku tidak mungkin menyaingi dunia
dan ia tidak bisa masuk ke kotak kecilku
memang beginilah, seperti apa adanya
ditengah malam itu
terkuaklah simpangan jalan nasib kami
*****Batusari, 16.25 : jus alpukat+ tablet vitamin E+ tisu gulung
Kenapa kau begitu takut aku pergi?
Sementara akupun tidak boleh ada disisimu
Kenapa kamu begitu hancur oleh kekecewaanmu sendiri?
Sementara kau mengecewakan aku lebih dahulu
Apapun adanya
Aku masih disini, mengenangmu, menyayangimu
Aku tetap disini, sebagian besar demi kamu
Aku ingin terus disini, mendampingimu, membantumu
Kenapa kau begitu meremehkan aku?
Status pernikahan bukan kelemahan
Status pernikahan justru menguatkan
Dalam banyak hal, aku milikmu
Dalam sekian jam, seluruh duniaku adalah kamu
Namun, dalam sekian menit kau vonis aku telah menghancurkan harapanmu
Dalam beberapa tarikan napas kau bunuh aku lagi dengan kekecewaanmu
Kutawarkan diri ini, yang dipenuhi rasa bersalah
Kusiapkan pikiran, perhatian dan waktu untuk memperbaikinya
Namun semua kau tolak
Entah apa jadinya
Kuserahkan semua pada-Nya
Satu yang pasti, aku masih dan selalu ada disini
Mengenang setiap sentuhan lembutmu, merasakan kembali hangatnya pelukanmu,
Mengingat dalamnya tatapanmu
Aku tidak begitu peduli dengan pekerjaan, jabatan atau uangmu
Aku hanya peduli pada dirimu, hanya kamu dan anggapnmu tentangku
Aku percaya walau kau berusaha menghapus semua jejak
Tentangku pada dirimu
Semuanya hanya akan menguatkan ingatan memorimu akan diriku
Hanya akan mematenkan esensi keberadaanku dihatimu
Dan suatu hari nanti kau akan terbangun dan sadar
Betapa berartinya aku untukmu,
Betapa kau sangat membutuhkan aku
Sangat mencintaiku, seperti yang kurasakan saat ini
****resto Hot Planet, Thamrin, 16.45 WIB: semangkuk tom yam noodles + soda + sekotak tisu

jangan menikah!

Bila keputusan untuk menikah
Bila menikah dianggap tidak bisa dipercaya
Bila menikah dianggap produk dari sebuah proses pendidikan yang gagal
Bila menikah diartikan tidak bisa bertanggung jawab terhadap tugas
Bila menikah disamakan dengan mengkhianati organisasi
Bila menikah berarti melukai orang lain, melukaimu
Bila menikah bagai pembawa kehancuran
Padahal menikah itu ibadah
Padahal orang yang menikah bersedia berkomitmen pada organisasi
Padahal orang yang menikah bukan pencuri apalagi pengkhianat
Padahal orang yang menikah menganggap mentornya sangat berarti
Padahal orang yang menikah berharap bisa menstabilkan emosinya
Padahal orang yang stabil emosinya akan lebih bermanfaat bagi organisasi
Padahal keputusan menikah, sedikit-banyak
Untuk kepentingan organisasi juga
Namun apa yang terjadi?

Menikah = dilepeh = dilepas = dicopot = ditendang

****resto Hot Planet, Thamrin, 16.34 WIB: sepiring spring roll diganti tape bakar + lime juice + sekotak tisu

'be brave' manthra

Saya percaya saya berharga
Saya percaya saya berkualitas
Saya ikhlas menerima jalan hidup yang digariskan
Saya menangis untuk menjadi kuat
Saya menjerit untuk mengurangi sakit
Saya sakit untuk bisa merasakan sehat
Saya bersyukur mendapat segudang pengalaman
Saya percaya saya kuat dan mampu menjalani semuanya
Saya adalah diri saya seutuhnya
Tidak perlu dipasangkan embel-embel status
Istrinya siapa, pacarnya siapa, selingkuhannya siapa
Tidak juga perlu ditempeli titel
Anak buahnya siapa, karyawan mana, pemegang kekuasaan apa, tangan kanannya siapa
Tidak perlu persetujuan, perlindungan, restu apalagi komentar apapun dari siapapun
Kecuali Tuhan
Saya adalah diri saya sendiri seutuhnya
Bila sesuatu terjadi pada diri saya
Bila sesuatu terjadi akibat perbuatan saya
Maka sayalah yang harus bertanggung jawab
Saya bersyukur pernah mengalami senangnya sebesar ini
Sakitnya sedalam ini
Walau sekarang terasa menyayat hati, merobek jantung dan membelah kepala
Saya bersyukur bisa merasakan bagai terputus kedua tangan dan kaki
Rasa sakit luar biasa yang melumpuhkan, membuat tidak berdaya
Saat hati ini menjerit
Diri ini memanggil
Kepala ini nyaris pecah berharap ada yang dapat mengobati
Jiwa ini lunglai mengingat kekecewaan yang terjadi
Namun ternyata,
Tidak ada yang dating
Tidak ada yang bisa
Tidak ada yang mau memperbaiki
Tidak ada yang menghibur sekedar menghapus resah
Tidak ada seorang pun
Aku sadar,
Semuanya hanya antara aku dan Tuhan
Tuhan yang selama ini kusimpan di pojokan hati
Tuhan yang selama ini hanya kupanggil saat kubutuh
Atau saat ku sakit dan sedih
Betapa lancangnya aku!
Betapa sombongnya aku!
Siapalah aku yang merasa bisa mengatur jalan hidup dengan rapi
Siapalah aku yang bahkan untuk bernapas saja membutuhkan ijin-Nya
Saya percaya semua ada hikmahnya
Saya percaya kehidupan manis, bahagia dan berguna
Menanti didepan mata
Saya hanya perlu membuka pintunya

****resto Hot Planet, Thamrin, 16.25 WIB: sepiring spring roll + lime juice + sekotak tisu