untuk seorang yang besar
siapa dia, yang tegar dan kuat
mengakui kelemahannya padaku
pasti tidak mudah
dikatakannya ia lemah, ia bodoh
saat kukatakan sayang, ia terpojok dan bingung
kecerdasannya membuat ia mampu
berpikir panjang 5-10 tahun kedepan
saat itu juga ia putuskan untuk tidak menerimaku
namun saat kukatakan aku patah hati
hatinya luluh
benteng tinggi itupun runtuh
pagar besi berduri menguak sendiri
hatinya terbuka dan ternyata juga rapuh
perlahan tapi pasti ia mulai menyayangiku
tanpa bisa dicegah perasaannya menguat seiring
semakin dalamnya perasaanku
walau tidak pernah dikatakan
walau tak pernah kutuntut darinya
untuk mengatakan, walau ku ingin
secara naluri aku bisa menduga
lewat tatapan matanya
perubahan suaranya saat memanggilku
lewat kesabarannya
sentuhannya yang teramat lembut
lewat pelukan hangatnya
rasa yang tercipta saat dua tangan saling menjalin
ia pikir ia bisa membuatku bosan dengan kedekatan itu
ia salah
salah menilaiku dan salah menilai dirinya
aku semakin bingung, namun semakin mencintainya
sama tidak terduganya bahwa ia
akan jatuh sayang padaku
disinilah semuanya melebur, mengabur
penilaian tidak objektif lagi
peraturan kulanggar atas nama hati
dan dimulai drama kehancuran yang menyakitkan
aku hancur, aku lumpuh
karena, ia hancur karenaku
karena, ia kecewa karenaku
aku tak bertulang, habis daya dan harapan
karena aku mengecewakannya
namun disinilah pertahanan terakhir rubuh
dengan teramat lembut ia tidak tega
ia pun merasa lebih teriris-iris melihatku menderita
dikatakannya,
bagai sepercik salju nan lembut namun dingin
ditengah teriknya siang membakar kulit
ia menyayangiku dan
akan tetap sayang padaku
..........................................
..............................................................................................
.............................
..........................................................
yang kulakukan?
tenggelam dalam tangis syukur
dan bahagia, lalu
jerit pilu atas kesadaran
bahwa semua sudah terlambat
memang beginilah, apa adanya
******* Batu sari, 17.41: sisa jus alpukat+ obat maag+ sisa tisu gulung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar