diantara rasa kantuk yang menyerang
diantara nyalangnya mata bertekad membuatku terjaga
diantara isakan tangis pedih
dia katakan padaku
tidak lembut, namun tegas
kami sungguh berbeda
bukan hanya guratan waktu yang terpahat pasti di kening
bukan hanya cara kami menyembah Illahi
dirinya milik dunia
sejak awal masa dewasanya ia sudah menyadari
ia berbeda, ia tidak biasa
dirinya milik semua
semua yang membutuhkan
semua yang bisa diperbaiki, ditingkatkan
fokus utama kehidupannya justru kehidupan orang lain
orang banyak
sementara aku, katanya
milikku sendiri
aku dengan keistimewaanku memiliki diriku sendiri
prioritas utamaku adalah kehidupanku
dua prinsip, dua tujuan yang saling membelakangi
ia katakan lagi
inilah mengapa kita tidak bisa bersama
betapapun besar cintaku padanya
betapapun kuat sayangnya padaku
aku tidak mungkin menyaingi dunia
dan ia tidak bisa masuk ke kotak kecilku
memang beginilah, seperti apa adanya
ditengah malam itu
terkuaklah simpangan jalan nasib kami
*****Batusari, 16.25 : jus alpukat+ tablet vitamin E+ tisu gulung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar